Lakpesdam NU lahir dari gagasan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan dibidani oleh Fahmi D. Syaifuddin pada 6 April 1985 untuk mengawal Deklarasi Kembali ke Khittah 1926. Sejak awal, lembaga ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) warga NU dan masyarakat luas, melalui berbagai program pelatihan, pemberdayaan ekonomi, serta kaderisasi seperti Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen NU (LKM-NU). Lakpesdam juga memfasilitasi banyak inisiatif berbasis komunitas, dari peternakan itik, lele, hingga penggemukan sapi.
Pada perkembangannya, Lakpesdam berevolusi dari lajnah menjadi lembaga resmi PBNU (Muktamar Cipasung, 1994) dan terus menjangkau berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat. Dengan mandat baru PBNU terkait gerakan sosial-keagamaan kritis, kaderisasi, dan pengembangan SDM, Lakpesdam dapat berkontribusi signifikan dalam pembangunan daerah, termasuk di Depok. Di kota ini, kebutuhan peningkatan kualitas SDM, kewirausahaan, dan penguatan komunitas keagamaan sangat relevan dengan program-program Lakpesdam. Kolaborasi antara pemerintah kota, pesantren, dan komunitas berbasis NU dapat mendorong lahirnya inovasi sosial, peningkatan taraf ekonomi, serta pembentukan masyarakat religius yang produktif dan sejahtera.
