DEPOK – Pegiat Lakpesdam NU Kota Depok, Dr. Hilmy Firdausy, menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mampu memperkuat tata kelola organisasi yang transparan, mandiri, dan berorientasi pada kemaslahatan warga nahdliyin. Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat institusi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap NU.

Sebagaimana tradisi dan semangat keilmuan di NU, Hilmy terus mengembangkan kemampuan akademisnya, dan baru-baru ini berhasil meraih gelar doktor dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan predikat Sangat Memuaskan. Dalam disertasinya, ia mengkaji politik instrumentalisasi hadis di Hindia Belanda pada periode 1885–1914 melalui pendekatan interdisipliner yang memadukan studi hadis, sejarah, nalar politik, dan teori poskolonial. Tidak hanya itu, Hilmy aktif dalam kegiatan pengembangan intelektual dan nalar kritis kader muda NU, serta pendampingan masyarakat di wilayah Kota Depok.

Melalui artikel berjudul PBNU, Kapital, dan Kekuasaan: Tungku Reaktor Keorganisasian yang Mulai Mendidih, yang terbit di laman Islam Bergerak pada 2 September 2026, Hilmy mengulas tantangan yang muncul dari perjumpaan antara kepemimpinan organisasi, otoritas keagamaan, kekuatan ekonomi, dan relasi politik. Menurutnya, latar belakang seorang pemimpin yang dekat dengan dunia usaha tidak dapat serta-merta dipandang sebagai persoalan. Namun, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan keterbukaan, pengelolaan potensi konflik kepentingan, serta mekanisme pengawasan yang mampu menjaga batas antara kepentingan pribadi, bisnis, dan kepentingan jam’iyah.

Hilmy berharap sumber daya ekonomi dan jaringan yang dimiliki kepemimpinan baru dapat diarahkan untuk memperkuat kemandirian NU serta memperluas manfaat bagi umat. Keberhasilan kepemimpinan PBNU lima tahun mendatang, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya organisasi, tetapi juga oleh kemampuan mengelolanya secara etis, transparan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan serta kemaslahatan bersama.

Lakpesdam NU Depok

Baca artikel selengkapnya https://islambergerak.com/2026/09/pbnu-kapital-dan-kekuasaan-tungku-reaktor-keorganisasian-yang-mulai-mendidih/

Pegiat Lakpesdam NU Depok Dorong Transparansi dan Kemandirian dalam Kepemimpinan Baru PBNU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *